
TEMPO.CO, Jakarta - Setelah diselidiki tim Gegana, kardus mencurigakan yang ditemukan di kawasan ITC Fatmawati ternyata bukan bom atau peledak. Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Jakarta
Selatan Ajun Komisaris Besar Audie Latuheru mengatakan benda itu kini telah diamankan.
“Secara fisik, bisa kami lihat itu adalah power supply. Ada dua baterai kering yang jadi satu,” katanya dalam rilis yang diterima Tempo, Rabu, 9 Desember 2015.
Audie mengaku akan meneliti lebih lanjut benda yang ditemukan tersebut untuk mendapatkan jawaban yang lebih jelas. Namun dia memastikan benda tersebut bukan bom. Benda berupa power supply itu ditemukan di samping mesin ATM oleh petugas keamanan setempat kemudian dipindahkan menjauhi bangunan. Audie juga menuturkan tidak ada teror sebelumnya. “Sedang kami selidiki siapa yang menaruh,” ucapnya.
Penemuan benda yang awalnya dicurigai sebagai bom itu bermula saat petugas keamanan ITC Fatmawati menerima laporan penemuan kardus di samping mesin ATM BII. Petugas bank BII, Syafruddin, melihat barang tersebut lalu melapor kepada Muis Japar, petugas keamanan. Benda itu kemudian dipindahkan menjauhi bangunan. Pukul 14.27 WIB, sepuluh anggota tim Gegana datang dan mengolah tempat kejadian perkara.
Kardus cokelat yang di dalamnya berisi power supply dan dua batu baterai itu berukuran 30 x 40 sentimeter. Benda tersebut bertuliskan Budi Santosa dengan alamat Jalan Pemuda Nomor 266 RT 04 RW 01, Ambowetan, Kecamatan Ulujami, Pemalang, Jawa Tengah. Sedangkan pengirim kardus tersebut adalah Fais yang beralamat Perum Green Wood Kampoeng Hollywood, Jalan Totem VII B 8 Nomor 11, RT 05 RW 07, Kelurahan Sadeng, Kecamatan Gunungpati, Semarang, Jawa Tengah.
0 comments:
Post a Comment